Hubungi Kami +6287879615342 Untuk Informasi lebih Lengkap
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
PPDB di Buka Dalam
Muqaddimah
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. An-Nisa:9)

- Ruang Belajar yang memadai
- Aneka macam mainan untuk menunjang belajar (dalam dan luar kelas)
- Mushola
Pembentukan Akhlak Islam meliputi :
- Bidang Pengembangan agama Islam
- Kedisiplinan
- Perasaan dan Emosi
- Sosial kemasyarakatan
Pembentukan Kemampuan Dasar
Bidang Kemampuan Bahasa
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Arab sederhana
- Bahasa Inggris sederhana
Daya Pikir
- Dasar-dasar Matematika
- Pengetahuan alam
- Pengetahuan Sosial
Life Skill
- Keterampilan
- Daya cipta
Calistung untuk ananda yang sudah cukup memenuhi syarat untuk mengikuti eskul ini
Kelompok A (2-4 Tahun)
Hari : Senin s/d Jumat
Jam : 07.30 s/d 10.00 WIB
Kelompok B (4-6 Tahun)
Hari : Senin s/d Jumat
Jam : 07.30 s/d 10.00 WIB
Putra Putri Ayah Bunda akan dibimbing oleh tenaga pengajar yang berpengalaman dan berkompeten dibidangnya
Kegiatan Kelas
Meronce
Tujuan mengenal meronce adalah untuk mengembangkan motorik halus, koordinasi mata dan tangan, serta konsentrasi anak. Kegiatan ini juga melatih anak dalam mengenal warna, bentuk, dan pola, mengasah kreativitas, serta menumbuhkan rasa sabar dan percaya diri.
Bermain Mobis
Tujuan mengenal MoBIS (Motor Skills Block Interlocking System) adalah untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh melalui permainan balok edukatif yang dapat meningkatkan kreativitas, kreativitas, motorik, kognitif, dan ketajaman indera. Selain itu, MoBIS juga dapat digunakan untuk mengajarkan konsep matematika melalui keseimbangan dan membantu anak menciptakan bentuk utuh dari balok-balok yang ada
Mengenal Rasa
Tujuan mengenal rasa untuk anak adalah untuk merangsang perkembangan sensorik dan kognitifnya, melatih kemampuannya membedakan rasa (manis, asin, pahit, asam), mengembangkan kosakata, serta membentuk kebiasaan makan yang sehat sejak dini. Melalui kegiatan ini, anak juga dapat membangun koneksi saraf di otaknya, yang berperan dalam pemecahan masalah dan kreativitasnya.











